Canva, Perwujudan Ide Masa Remaja yang Menjadi Startup Rp 44 Triliun

Baru berusia 32 tahun, wanita ini sudah menjadi CEO startup yang kini bernilai miliaran dolar. Ide zaman remaja berhasil ia wujudkan jadi bisnis besar.

Tahu Canva, platform desain yang belakangan populer? Melanie Perkins adalah penciptanya. Perempuan berusia 32 tahun ini ingin membangun platform desain yang dapat menandingi buatan perusahaan besar.

Perkins memulai Canva pada tahun 2013 dengan misi membuat platform desain tersedia bagi semua. Baik itu desain kartu nama, presentasi ataupun logo.

Perusahaan yang berbasis di Sydney itu sukses besar, kini valuasinya USD 3,2 miliar atau di kisaran Rp 44 triliun. Perkins dan co founder Cliff Obrecht yang juga tunangannya, meraup kekayaan USD 900 juta.

COfounder Canva

Perkins masih remaja 19 tahun ketika ide platform desain terbersit di benaknya, kala ia dan Cliff mahasiswa di Perth. Waktu itu, ia merasa program desain dari Microsoft atau Adobe susah digunakan.

“Orang harus menghabiskan seluruh semester mempelajari di mana tombol-tombolnya dan hal itu rasanya sungguh konyol,” kata Perkins, dikutip detikINET dari CNBC.

“Saya pikir di masa depan, semua itu akan menjadi online dan kolaboratif serta jauh lebih sederhana ketimbang tool yang berat itu,” tambah dia.

Dengan sumber daya terbatas dan pengalaman bisnis minim, Perkins dan Cliff memulai bisnis desain buku tahunan sekolah bernama Fusion Books. Pelajar bisa berkolaborasi mendesain buku tahunan mereka di website dan hasilnya akan dikirim ke sekolah mereka.

Bisnis itu sukses dan sekarang masih aktif. Tapi kala itu Perkins belum puas, ia bermimpi besar membuat website desain one stop, sehingga dia mulai mencari investor.

Tahun 2010, Perkins diundang ke San Francisco oleh investor Bill Tai untuk mempresentasikan idenya. Bill puas dan menghubungkannya dengan beberapa orang penting.

Pasangan muda itu berhasil memukau investor dengan ide Canva dan sudah punya tim sendiri. Tahun 2012, jajaran pimpinan ditambah oleh satu co founder lain, Cameron Adams.

Pada pendanaan tahap perdana, perusahaan menerima USD 1,5 juta. Pada tahun 2013, meluncurlah Canva untuk publik.

Saat ini, Canva sudah sudah membantu merancang 2 miliar desain di 190 negara. Pada Oktober 2019, mereka dikucuri dana segar USD 85 juta oleh investor Mary Meeker, sehingga valuasinya tembus USD 3,2 miliar.

Dana itu rencananya akan digunakan untuk menambah tim yang sekarang tersebar di Sydney, Beijing dan Manila. Versi berbayar Canva pro dan Canva Pro Enterprise pun makin serius digarap.

Bagikan Postingan Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

More To Explore

You're currently offline